Foto Dahlan Iskan dan Dokter Monica

Antara Dahlan Iskan dan Dok Mo Konvalesen

Dokter Monica, pelopor terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 sempat membenarkan hal itu. Namun sayang, ia masih fokus di terapi plasma konvalesen untuk mengobati orang yang sakit, sehingga belum bisa banyak bercerita tentang hal tersebut. Ini juga kata pak Dahlan dalam tulisannya itu.

Plasma Konvalesen

Terus terang, saya sangat takjub mencermati hal tersebut. Melihat fakta bahwa pemerintah bersama dengan PMI pada awal Januari 2021 resmi mendorong para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma, berarti dari titik awal dimulainya inovasi sampai diakui secara umum, hanya makan waktu kurang dari setahun. Menurut saya ini luar biasa, mengingat iklim birokrasi yang biasanya tidak bisa selincah itu. Lalu adanya gelombang kelompok penentang yang cenderung konservatif. Belum lagi (mungkin) urusan politisasi, apalagi menyangkut dunia kesehatan.

Vaksin Nusantara

Inovasi berikutnya yang tak kalah kontroversinya adalah Vaksin Nusantara. Sosok di baliknya adalah dokter Terawan Agus Putranto. Jujur saja, saya pun bingung harus mengikuti kelompok yang pro atau yang kontra, apalagi saya adalah bagian dari masyarakat awam yang kurang memahami pervaksinan. Saat pertama kali mendengar tentang Vaksin Nusantara dan istilah sel dendritik, ditambah pernyataan kelompok kontra bahwa belum ada satu pun jurnal internasional yang membahas terapi dendritik untuk Covid-19, saat itu juga saya langsung berpikir muluk. “Kalau Terawan dkk. berhasil, Indonesia akan jadi negara pertama, pionir dendritik untuk melawan Covid-19,” kata saya dalam hati.

Yang paling mengejutkan saya adalah kalimat berikut ini.     

Kenapa konvalesen diizinkan? Itu karena Vaksin Nusantara menyebut dirinya “vaksin”. Sedang konvalesen menyebut dirinya “terapi plasma konvalesen.”

Bahwa konvalesen maupun dendritik bisa menumbuhkan imunitas tidak ada yang membantah. Hanya saja tidak boleh disebut vaksin.

DI’s Way

Ya ampun!

Baiklah, kita lihat saja nanti hasilnya. Apa pun caranya, asalkan hasilnya baik, berarti itu cara yang baik, kan?

Wanita Istimewa

Bagaimana dengan Dahlan Iskan sendiri?

Saya bilang, Anda juga sangat istimewa, Pak!

Kemudian, bagaimana dengan Terawan?

Menteri Kesehatan RI 2019 – 2020, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K). sepertinya sangat akrab dengan yang namanya kontroversi. Kadang-kadang, saya tak habis pikir mencermati beberapa hal yang pernah dibuatnya. Namun, tak akan ada inovasi bila tanpa kontroversi. Betul, bukan? Lagipula, seringnya yang membuat kontroversi sebetulnya adalah pihak-pihak lain, bukan inovasinya itu sendiri. Yang saya kagum dari Terawan adalah persistensi dan semangat yang sepertinya tak habis-habis.

Mereka semua adalah orang-orang istimewa. Jangan dilihat kontroversinya ataupun pro-kontranya, tapi lihat apa yang sudah dibuat dan yang akan dibuat ke depan untuk kemajuan Indonesia.


(aa/is)

sumber gambar: YouTube DI’s Way, YouTube Dok Mo, Pete Linforth from Pixabay

Ini juga menarik → 7 Fakta Plasma Konvalesen Covid-19 yang Kontroversial

opini umum
0 bintang | 0 penilai