Disneyland Paris

Disneyland Juga Pernah Gagal

Setiap perusahaan ingin mengembangkan bisnisnya ke lokasi-lokasi baru. Dengan memasuki pasar di wilayah baru, perusahaan tidak hanya bisa menjamah konsumen baru, tetapi juga dapat menciptakan inovasi-inovasi baru. Namun, ekspansi ke wilayah baru memerlukan kesiapan yang matang karena setiap wilayah memiliki karakteristiknya masing-masing.

Disney adalah perusahaan multinasional yang sangat terkenal. Akan tetapi, besarnya reputasi Disney tidak berarti Disney tidak pernah mengalami kegagalan. Salah satu kegagalan terbesar Disney adalah pembukaan Disneyland di Paris.

le chateau de la belle au bois dormant
Sleeping Beauty Castle, Disneyland Paris (sumber: Disneyland Paris)

Biang Kerok Model Bisnis

Kegagalan Euro Disneyland dipicu karena Disney berasumsi model bisnis yang sama bisa dipakai di berbagai tempat. Kesalahan utama dari Disney adalah kurangnya melakukan penelitian terhadap budaya dari orang-orang yang menjadi target pasar mereka.

Pertama, Disney tidak menyediakan makanan yang sesuai dengan selera orang Prancis, yaitu bacon, telur, dan minuman anggur. Padahal, makanan adalah bagian integral dari kehidupan orang Prancis. Maka dari itu, masyarakat Prancis tidak memiliki ketertarikan tinggi untuk berkunjung ke Disneyland karena merasa mereka tidak dapat bersosialisasi dengan kerabat di sana.

Masalah Budaya

Kegagalan Disneyland di Paris tidak hanya dipicu dari rendahnya kunjungan konsumen, tetapi juga ketidakcocokan sistem kerjanya dengan karyawan. Di Paris, Disney mengimplementasikan sistem kerja yang mereka pakai di Amerika Serikat yang lebih terbuka dan fleksibel. Namun, sistem kolaborasi yang terbuka dianggap oleh karyawan Prancis sebagai tindakan tidak sopan.

Disney juga tidak mengintegrasikan budaya Prancis dalam model bisnis mereka. Hal ini bisa terjadi karena Disneyland Paris mempekerjakan para manajer yang berasal dari luar Prancis.

Baca juga → Gagal Puluhan Kali, Jadilah Dimsum Kelas Sumo

Setiap perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke wilayah baru harus menyesuaikan pelayanan mereka terhadap regulasi dan budaya wilayah tersebut. Fenomena Disneyland di Paris ini mengajarkan bahwa model bisnis tidak hanya satu, dan bisnis harus selalu dispesifikasikan sesuai target pasar dan masyarakatnya.


(Muhammad Aulia Rahman)

sumber gambar atas: IG disneylandparis

Temukan artikel bisnis lebih lengkap di sini → Manis Getir Dunia Bisnis

bisnis khusus pilihan
5 bintang | 3 penilai