PTN atau PTS - panduan memilih PTS terbaik

Gagal Masuk PTN? Ini Panduan Terlengkap Memilih PTS agar Tidak Salah Langkah

Melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) selama ini sudah menjadi cita-cita sebagian besar siswa-siswi saat lulus dari jenjang SMA. Segala daya upaya pun dilakukan demi menembus persaingan seleksi yang memang sangat ketat. Tidak jarang, siswa-siswi yang gagal tembus ke PTN menjadi berkecil hati. Perlu disadari, tidak berhasilnya seorang siswa lolos seleksi PTN, tidak sepenuhnya karena faktor kemampuan atau kepintaran. Somehow, ada “faktor X” juga, alias keberuntungan.

Bagi siswa-siswi yang sangat PTN-minded, jangan sampai kegagalan masuk PTN menghalangi kesempatan kalian untuk mencapai cita-cita. Alternatif pilihan untuk berkuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) perlu sangat kalian pertimbangkan. Kenapa? Karena saat ini sudah banyak PTS di Indonesia yang sangat bersaing dengan PTN. Kualitasnya pun sudah bisa dibilang sama, dan bahkan dalam beberapa hal ada yang malah lebih unggul.

Namun, dengan banyaknya PTS yang ada di Indonesia, memilih satu yang paling baik untuk masa depan kita, rupanya susah-susah gampang. Ikuti panduan ini, agar jangan sampai salah langkah.

10 Langkah Panduan Memilih PTS Terbaik

1. Pentingnya Status Akreditasi
2. Ranking Juga Penting
3. Apa Kata Para Alumninya?
4. Lihat Penampakan Mahasiswanya
5. Adakah Unit Kegiatan yang Sesuai Minatmu?
6. Lokasi Kampus Jangan Dianggap Enteng
7. Lihat Fasilitas dan Perkembangan Kampusnya
8. Sssst…! Kepoin Website dan Medsosnya!
9. Tips Jitu: Menguji Pelayanannya
10. Awas, Jangan Terjebak Biaya
Bonus: Langkah Pamungkas

Baca juga Ternyata UTBK Bisa untuk Daftar PTS, Pahami Juga Bedanya dengan SBMPTN

1. Pentingnya Status Akreditasi

Perguruan tinggi swasta biasanya mencantumkan status akreditasinya di media-media publikasi, terutama website. Pada umumnya mereka mencantumkan tulisan terakreditasi A, terakreditasi B, atau terakreditasi unggul, terakreditasi baik sekali, dan seterusnya. Status akreditasi ini dikeluarkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Saat ini BAN-PT menetapkan status akreditasi yang terbaru, terdiri dari peringkat unggul, baik sekali, baik, dan status tidak terakreditasi. Namun belum semua perguruan tinggi menerapkan sistem terbaru ini, sehingga masih ada perguruan tinggi yang menggunakan instrumen lama dengan status peringkat terakreditasi A, B, dan C. Keduanya saat ini masih sah berlaku.

Apa pentingnya status akreditasi ini?

Secara umum, perguruan tinggi yang menyandang peringkat status lebih tinggi, dapat dipastikan mutunya telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAN-PT.

Apakah ini berarti perguruan tinggi yang berstatus terakreditasi baik, kualitasnya lebih buruk daripada yang terakreditasi unggul?

Apakah perguruan tinggi yang berstatus akreditasi C sebaiknya dihindari?

Tidak sepenuhnya demikian juga. Status akreditasi ini merupakan salah satu cara, untuk kita dapat sekilas melihat apakah sebuah universitas memenuhi kriteria standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Bisa jadi sebuah perguruan tinggi memperoleh akreditasi rendah tetapi memiliki keunggulan di sektor-sektor lainnya di luar kriteria BAN-PT.

Namun demikian, memilih perguruan tinggi dengan status akreditasi yang lebih tinggi akan memberikan ketenangan batin, setidaknya perguruan tinggi tersebut sudah dinilai tinggi oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah BAN-PT.

2. Ranking Juga Penting

Sampai dengan beberapa tahun yang lalu, sistem pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional itu kurang begitu “dianggap” di Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir ini, sistem pemeringkatan tersebut menjadi semakin populer dan dipercaya sebagai salah satu faktor yang mencerminkan kualitas sebuah perguruan tinggi. Untuk mengecek kampus incaran kalian ada di urutan berapa, langsung saja cek di situs resmi masing-masing.

Gunakan status ranking ini sebagai pelengkap untuk memudahkan kalian menentukan pilihan. Namun sekali lagi, masing-masing lembaga pemeringkatan memiliki kriteria tertentu dalam menilai sebuah perguruan tinggi. Bisa saja sebuah universitas mendapat ranking tinggi di peringkat Unirank, tetapi rendah menurut Webometrics. Hal itu bisa terjadi karena faktor penilaiannya berbeda.

Perlu diketahui juga, tidak semua perguruan tinggi Indonesia ada dalam daftar-daftar peringkat tersebut. Pelajarilah metode penilaian masing-masing ranking itu untuk memastikan.

3. Apa Kata Para Alumninya?

Sebetulnya, cara yang paling praktis untuk melihat apakah sebuah perguruan tinggi berkualitas bagus, adalah dengan melihat lulusan yang dihasilkan. Contohnya, bila lulusannya banyak yang sukses berkarier di perusahaan-perusahaan besar, berarti kemungkinan besar perguruan tinggi tersebut berhasil mencetak lulusan yang siap kerja. Bila lulusannya banyak yang sukses berbisnis dan berwirausaha, berarti kemungkinan besar perguruan tinggi itu memang berhasil mencetak para entrepreneur.

Nah, pengalaman yang diceritakan oleh para alumni tersebut bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan untuk mengetahui kualitas sebuah perguruan tinggi. Pengalaman para alumni pada umumnya dapat dipercaya mengingat mereka telah mengalami langsung baik buruknya pelayanan dan kehidupan di kampusnya.

Sebaiknya jangan mudah percaya cerita pengalaman dari orang yang bukan alumni atau tidak pernah menjadi mahasiswa di kampus tersebut, karena tidak merasakan dan mengalami langsung.

Carilah pendapat dari orang-orang terpercaya, dan usahakan jangan hanya dari satu orang. Kenapa? Karena bisa saja satu orang tersebut mengalami pengalaman buruk tertentu sehingga selalu menjelekkan almamaternya. Bisa juga sebaliknya, mungkin satu orang tersebut sangat beruntung tidak pernah menghadapi kendala apa pun saat kuliah dulu, sehingga sangat mengagungkan almamaternya. Kedua ekstrem ini sebetulnya kurang dapat dijadikan patokan.

Satu hal lagi yang harus dicamkan, bahwa kualitas lulusan terkadang tidak sepenuhnya merupakan hasil dari didikan sebuah kampus. Misalnya saja, sebuah kampus yang sangat ternama dan dikenal menghasilkan lulusan yang sukses di mana-mana, bisa juga memiliki seorang alumnus yang berengsek dan penipu. Mungkin ia lulus karena sangat pintar. Itu salah satu contoh ekstrem saja, sekadar memberikan gambaran.

4. Lihat Penampakan Mahasiswanya

Ketika kalian memilih sebuah PTS, bayangkanlah kalian berada di tengah-tengah komunitas mahasiswanya saat ini. Kalau penampakan mahasiswanya serba rapi, tampak profesional, bahasanya sopan, dan kalian berada di tengah-tengah lingkungan seperti itu, maka kalian juga akan terbawa rapi, profesional, dan sopan. Sebaliknya, bila penampakan para mahasiswanya terlihat muram, kusam, sering menggunakan “bahasa binatang”, ya tidak menutup kemungkinan kalian pun nantinya akan terbawa menjadi seperti mereka.

Mengapa hal ini penting?
Jelas, karena kalian akan menghabiskan sebagian dari hidup kalian di lingkungan kampus.

Kampus adalah rumah kedua bagi seorang mahasiswa. Lingkungan dan pergaulan kampus yang baik, akan membentukmu menjadi orang yang baik. Demikian juga sebaliknya.

5. Adakah Unit Kegiatan yang Sesuai Minatmu?

Pendidikan tinggi tidaklah melulu soal kepintaran akademik. Seorang mahasiswa perlu mengembangkan dirinya di sektor lain, baik itu terkait hobi, ataupun minat dan bakat di luar sektor akademik. Katakanlah kalian punya hobi basket, alangkah baiknya bila PTS yang kalian tuju, memiliki unit kegiatan olahraga, sehingga ada komunitas yang sama-sama bisa menyalurkan hobi berolahraga basket.

6. Lokasi Kampus Jangan Dianggap Enteng

Banyak orang beranggapan, lokasi kampus saat ini tidaklah terlalu penting, toh saat ini hampir semua kampus menerapkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal ini ada benarnya, tapi juga tidak terlalu tepat. Lokasi kampus, itu jelas berhubungan dengan kenyamanan belajar, khususnya nanti saat pandemi usai. Kampus yang terletak di lingkungan yang kurang kondusif, pasti dapat mengganggu mood dan gairah belajar.

Paling praktisnya, bayangkan kampus terletak di daerah yang sulit dijangkau kendaraan umum, atau daerah yang makanannya serba mahal, atau daerah yang bising lalu lintasnya. Pasti hal-hal ini akan memengaruhi semangat belajar.

Khusus bagi para calon mahasiswa yang hendak berkuliah di luar kota, pertimbangkan juga biaya transportasi dan biaya kos yang harus kalian siapkan.

7. Lihat Fasilitas dan Perkembangan Kampusnya

Fasilitas dan lingkungan fisik kampus, jelas harus dipertimbangkan saat memilih sebuah PTS. Fasilitas yang lengkap, pasti akan sangat membantu kegiatan belajar mahasiswanya. Fasilitas yang dimaksud bukan hanya fasilitas akademik saja, tapi kalian juga harus mempertimbangkan fasilitas nonakademiknya, misalnya saja sarana olahraga, ketersediaan internet atau wifi, kantin mahasiswa atau food court, juga adanya taman atau ruang terbuka hijau. Beberapa kampus ternama ada juga yang menyediakan fasilitas air minum gratis bagi para mahasiswanya. Lumayan, untuk menghemat jatah uang jajan.

Fasilitas selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah adanya sistem informasi pembelajaran, atau sistem informasi akademik. Perguruan tinggi ternama biasanya memiliki aplikasi khusus yang berfungsi memudahkan mahasiswa mengatur perkuliahannya. Fungsi-fungsi umumnya meliputi kemudahan melihat nilai, jadwal kuliah, pengumuman, perwalian, pendaftaran ujian, dan bahkan ada aplikasi kampus yang bisa mengingatkan jadwal kelas dan saatnya pengumpulan tugas.

Salah satu cara untuk melihat apakah sebuah perguruan tinggi terus berkembang atau stagnan gitu-gitu aja, adalah dengan melihat perkembangan kampusnya.

Bila beberapa tahun lalu hanya punya satu lab, tapi saat ini sudah menyediakan dua lab, atau bila tahun lalu koleksi video YouTube official-nya hanya beberapa, tapi saat ini sudah dua kali lipatnya, itu merupakan tanda-tanda bahwa perguruan tinggi itu selalu mengembangkan dirinya. Kalian perlu melihat juga berita-berita kampus di situs resminya, untuk mengikuti apa saja yang sedang terjadi di kampus incaranmu. Hal ini sepertinya sepele, tapi perlu untuk menambah keyakinan kita akan suatu perguruan tinggi.

8. Sssst…! Kepoin Website dan Medsosnya!

Apakah kalian membayangkan akan berkuliah di lingkungan kampus yang konservatif, jadul, kaku, spooky, dan ngga eksis di medsos? Bila tidak, berarti jelas kalian adalah gen-Z yang melek medsos. Jelas, suasana kampus yang modern dan serba digital adalah habitat kalian yang paling nyaman. Untuk mengeceknya, gampang banget. Follow dan kepoin aja medsos official-nya. Bila seru, patut jadi pertimbangan. Bila kurang seru, kalian perlu cari info lebih dalam tentang PTS tersebut dari media-media lainnya.

Keaktifan sebuah PTS di dunia maya dan di medsos, saat ini menjadi hal yang penting. Kenapa?

Karena perguruan tinggi yang tidak eksis di dunia online ataupun medsos, berarti tidak eksis!

Paham kan? Ini juga berarti, kita akan kesulitan mencari informasi dan menjalin relasi dengan pihak kampus. Lain halnya bila sebuah kampus eksis di medsos, maka kita lebih mudah mendapatkan informasi dan menjalin relasi. Kalau ada apa-apa, kita lebih mudah berinteraksi dengan kampus kita.

9. Tips Jitu: Menguji Pelayanannya

Kalian kontak bagian admisi, atau konsultasi studi, atau konselor pendidikan, atau customer care di kampus sasaranmu. Tanyakan hal-hal seputar program yang ditawarkan, gelar dan prospek karier setelah lulus, cara mendaftar, persyaratan yang harus dipersiapkan, juga jadwal pendaftaran ataupun ujiannya.

Perguruan tinggi yang berkualitas, seharusnya tidak kesulitan menjelaskan itu semua dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Sebaliknya, bila ternyata petugas kampus itu tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, dan malah membingungkan, itu adalah tanda-tanda kuliah di situ nantinya bakal ribet.

10. Awas, Jangan Terjebak Biaya

Sudah bukan rahasia, bahwa PTS identik dengan kaum berduit. Mana ada yang berpikir bahwa kuliah di PTS itu murah? Inilah yang menjadi salah satu penyebab ratusan ribu siswa mengikuti seleksi masuk ke PTN, walaupun sudah menyadari bahwa kemungkinan lolosnya terbatas. Untuk itu, carilah informasi detail mengenai biaya kuliah di PTS incaranmu. Lihat di situs resminya, atau tanyakan ke petugas pendaftarannya.

Jangan terjebak dengan tawaran promo biaya pendaftaran yang murah, tapi ternyata biaya semesterannya bikin kantong jebol. Pastikan dulu sebelum mendaftar.

Apakah semua PTS mahal?

Langkah Pamungkas

Selanjutnya, cobalah menjawab satu pertanyaan ini.

“Apakah aku akan bisa berkembang di kampus itu, dan selangkah lebih dekat mewujudkan cita-citaku?”

Bila kalian dengan lantang menjawab “ya”, berarti itu kampus yang tepat.

Stop pencarianmu, segera daftar di situ, sebelum kehabisan kursi. Kemudian, nikmati masa kuliah kalian dengan menjadi mahasiswa yang kreatif dan inspiratif. Niscaya, masa depanmu akan gemilang.


(@infokampus)

Baca topik lainnya tentang dunia pendidikan → Seputar Kampus

pendidikan
5 bintang | 2 penilai