Dimsumoo Siomay Kepiting

Gagal Puluhan Kali, Jadilah Dimsum Kelas Sumo

Menjalankan usaha dari nol bukanlah hal yang mudah. Diperlukan usaha, tekad, semangat pantang menyerah, dan berani.

Saya adalah pemilik usaha Dimsumoo yang saat ini telah berjalan dua tahun. Awalnya saya menjual dimsum matang dan mengambil produk dimsum dari supplier lain. Sekarang Dimsumoo adalah produsen dimsum yang berproduksi sendiri. Menjalankan usaha ini, saya sempat mengalami kegagalan sampai 25 kali saat mencari resep dimsum yang tepat.

Kreativitas Pemasaran

Sejak awal usaha, saya memerlukan modal yang cukup besar dan keberanian dalam memasarkan produk Dimsumoo ini. Saya melakukan pemasaran menggunakan berbagai platform. Pada tahun 2020 pemasaran dilakukan di Instagram melalui food blogger yang sedang naik daun. Setelah melakukan pemasaran di Instagram, banyak sekali masyarakat yang tertarik dengan produk Dimsumoo. Konsumen banyak bertanya mengenai produk ini dan akhirnya melakukan pembelian.

Selain melakukan pemasaran di Instagram, Dimsumoo memberikan harga promo di GrabFood dan GoFood. Setelah berpromosi di GrabFood dan GoFood, konsumen banyak melakukan pembelian melalui kedua aplikasi itu, sehingga setiap harinya ada penjualan.

Dalam melakukan marketing kita harus berpikir kreatif, bagaimana caranya konsumen membeli produk kita, tetapi upaya marketing itu tidak mengurangi keuntungan. Kreativitas dalam menulis caption, desain yang unik, dan foto produk yang menarik, sangatlah diperlukan sehingga konsumen dapat menilai produk kita sebagai produk yang profesional.

Sempat Ditipu, Keuangan Jebol

Selain memikirkan cara marketing yang menarik konsumen, dibutuhkan juga keterampilan dalam mengelola keuangan. Jika keuangan tidak diolah dengan benar, maka cepat atau lambat bisnis kita akan hancur. Mengelola keuangan merupakan bekal kita untuk terus membangun dan memajukan usaha.

Dimsumoo sempat mengalami kekurangan modal dikarenakan tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Saya pun pernah mengalami rasanya ditipu oleh orang lain.

Saya juga mengalami rasanya konsumen tidak percaya pada Dimsumoo. Ternyata membangun kepercayaan dan nama baik suatu usaha tidaklah mudah. Dimsumoo membutuhkan waktu yang lama agar bisa membangun kepercayaan dan nama baik.

Menjaga kepercayaan dan nama baik itu sangatlah susah, tetapi menghancurkannya sangatlah mudah dan cepat. Diperlukan ketekunan dan keseriusan dalam membangun usaha agar produk kita dapat dinilai baik oleh masyarakat.

Baca juga → Usaha Mi Tek-Tek Makin Sedap, Bumbu Coaching dan Modal BRI

Tidak Bosan Berinovasi

Selain itu, dalam menjalankan usaha, kita harus terus melakukan inovasi pada produk. Jika tidak, konsumen akan merasa bosan dengan produk kita. Dalam melakukan inovasi produk, kita harus selalu melihat apa yang menjadi minat masyarakat. Lalu, coba buat inovasi baru yang berhubungan dengan minat masyarakat pada saat itu. Salah satu inovasi yang saya lakukan adalah membuat paket hampers dimsum. Konsumen dapat membeli paket ini untuk diberikan kepada kerabat atau dijadikan bingkisan hadiah.

Jangan merasa bosan untuk terus melakukan inovasi, karena inovasi bisa memajukan produk kita. Inovasi yang kreatif juga dapat membuat produk kita semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Pengalaman saya menjalankan usaha selama ini mengajarkan saya banyak hal.

Pertama, dalam berusaha, tidak apa-apa jika kita mengalami kegagalan. Jika gagal, kita mendapatkan pengalaman baru. Kegagalan adalah hal yang wajar, tetapi jangan lupa bangkit lagi dan terus berkreasi. Berikutnya, milikilah rasa juang yang tinggi, tidak mudah putus asa, dan percayalah kerja keras kita tidak akan sia-sia.


(Elizabeth)

semua foto: Instagram dimsumoo

bisnis khusus
5 bintang | 2 penilai