Webometrics Website

Pentingkah Ranking Webometrics? Pahami agar Lebih Mengerti

Bagaimana kita dapat mengetahui apakah sebuah perguruan tinggi berkualitas baik? 

PDDikti_2021-07-12
Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.589, terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik (gambar: tangkapan layar situs pddikti.kemdikbud.go.id, diakses 12 Juli 2021)

Webometrics Ranking of World Universities

Selain status akreditasi BAN-PT, saat ini terdapat pemeringkatan lain yang juga populer, salah satunya adalah peringkat Webometrics. Berbeda dengan akreditasi BAN-PT yang menjadi standar nasional, Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap universitas di seluruh dunia pada tingkat global. Hingga awal tahun 2021 Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 31.000 universitas di 200 negara, termasuk 2.626 universitas di Indonesia yang memenuhi kriteria pemeringkatan.

Baca juga → Kampus Terbaik Webometrics, 4 PTN dan 8 PTS Ada di Bandung

Webometrics Ranking of World Universities pertama kali diterbitkan pada tahun 2004, diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah institusi riset yang dimiliki oleh Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol. Dahulu, ranking Webometrics belum sepopuler saat ini dan bahkan sempat diragukan keabsahannya. Namun saat ini Webometrics telah memperoleh reputasi sebagai daftar peringkat yang terpercaya. Banyak universitas di Indonesia yang berlomba meningkatkan diri guna mendapatkan peringkat yang baik dalam daftar Webometrics.

Bimtek Kopertis IV (2018)
Sejak beberapa tahun terakhir Webometrics diakui sebagai salah satu faktor reputasi universitas (foto: Bimtek Kehumasan Kopertis IV, Jatinangor, 18 Juli 2018; tampak dalam foto adalah daftar lima PTS Kopertis (LLDIKTI) IV peringkat tertinggi Webometrics 2018: Telkom University, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Widyatama, Universitas Komputer Indonesia, dan Universitas Kristen Maranatha, masing-masing dengan peringkat 25, 36, 37, 38, dan 44)

Bukan Ranking Website Universitas

Tidak seperti akreditasi BAN-PT yang melakukan penilaian melibatkan peninjauan langsung dan pengecekan borang yang didaftarkan oleh universitas yang dinilai, Webometrics melakukan penilaian sepenuhnya secara online, menggunakan metodologi yang berbasis website. Mungkin karena itulah, banyak yang salah mengira dan menganggap bahwa Webometrics merupakan penilaian kinerja website universitas, dan tidak mencerminkan kualitas akademik sebuah universitas.

Apa Artinya Ranking Tinggi

Pada dasarnya, sebuah universitas dapat meningkatkan ranking Webometrics dengan memperbanyak publikasi ilmiah pada website-nya. Tidak hanya itu saja, publikasi tersebut juga harus berkualitas tinggi, yang ditunjukkan dengan banyaknya rujukan pada publikasi tersebut. Hal ini seiring dengan tujuan utama Webometrics, yaitu mempromosikan keterbukaan akses informasi akademik, dan meningkatkan transfer ilmu pengetahuan dari universitas kepada masyarakat luas.

Faktor website pun mempunyai peranan sangat penting, karena website yang sulit diakses dan tidak terkelola dengan baik, akan berakibat tidak efektifnya publikasi dan keberadaan universitas secara online. Jadi, dalam batas tertentu unsur website memegang peranan penting dalam metodologi penilaian Webometrics.

Dengan kata lain, sebuah universitas yang menduduki ranking Webometrics tinggi, dapat dipastikan memiliki publikasi akademik dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi, serta memiliki website yang terkelola dengan baik.

Semakin besar universitas, semakin banyak penelitian dan publikasi yang dilakukan dan dipublikasikan secara online, dan semakin banyak publikasi yang menjadi rujukan sitasi, maka akan mendapatkan ranking yang semakin tinggi. Sebuah universitas yang memiliki website sangat baik, belum tentu menduduki peringkat Webometrics tinggi bila tidak memiliki publikasi berkualitas dan berkuantitas tinggi.

Tiga Indikator Penilaian

Seluruh faktor online presence tersebut menjadi pertimbangan dalam penilaian Webometrics yang dilakukan menggunakan metodologi kuantitatif. Pengukuran dan penilaian dilakukan terjadwal dua kali dalam setahun, yaitu pada periode tanggal 1-20 setiap bulan Januari dan Juli. Pada tahun 2021 metodologi Webometrics menilai tiga indikator yaitu visibility, transparency atau openness, dan excellence atau scholar.

1. Indikator Visibility

Indikator ini menilai dampak dari informasi yang tersedia pada website (web content impact), menggunakan data yang bersumber dari Ahrefs dan Majestic. Indikator visibility berbobot 50%.

2. Indikator Transparency (Openness)

Indikator ini menilai jumlah sitasi, menggunakan data yang bersumber dari Google Scholar Profiles. Indikator transparency berbobot 10%.

3. Indikator Excellence (Scholar)

Indikator ini menilai banyaknya karya tulis yang disitasi, menggunakan data yang bersumber dari Scimago. Indikator excellence berbobot 40%.

Webometrics Methodology
Indikator yang digunakan dalam metodologi pemeringkatan Webometrics (tangkapan layar situs www.webometrics.info/en/Methodology, diakses 12 Juli 2021)

Modus Kecurangan

Penilaian Webometrics diketahui cukup ketat, dan metodologinya diperbarui secara terus menerus untuk menjaga akurasi dan kualitas penilaian mengikuti perkembangan. Webometrics juga menerapkan penalti bagi universitas yang diketahui melakukan manipulasi atau kecurangan demi mendapatkan penilaian yang tinggi.

Misalnya saja bila terdapat data ganda pada Google Scholar Citations, baik disengaja ataupun tidak, atau dengan sengaja menambahkan author dari universitas lain, maka sebuah universitas bisa dikenai penalti hingga tidak diikutsertakan lagi dalam penilaian.

Reputasi Bukan Gengsi

Meningkat drastisnya online learning sejak tahun lalu, ketika pandemi melanda dunia, telah memaksa sebagian besar institusi pendidikan untuk mendayagunakan bahkan beralih ke metode pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran online atau e-learning akan menjadi semakin populer dan meluas. Website pun telah menjadi sarana utama untuk memperlancar kebutuhan tersebut, minimal sebagai repositori untuk menyimpan sumber daya informasi pembelajaran.

Era MOOC (Massive Open Online Course) pun nantinya akan mendorong institusi-institusi perguruan tinggi untuk menyediakan akses informasi yang lebih banyak lagi kepada publik secara terbuka. Dengan demikian, Webometrics akan menjadi semakin relevan untuk menilai sebuah perguruan tinggi dalam kancah keterbukaan dan akses informasi global.

Webometrics Jan 2021
Lima universitas di Indonesia peringat teratas Webometrics Ranking of World Universities Edisi Januari 2021 (tangkapan layar situs www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia, diakses 12 Juli 2021)

(@infokampus)

pendidikan
5 bintang | 7 penilai