Winner Team Illustration (by pch.vector)

Tak Hanya Faktor Rezeki, Ini 7 Tips UMKM Bisa Bersaing

Tahun 2021, persaingan usaha sudah semakin ketat. Situasi pandemi Covid-19 yang semakin sulit ditebak sangat memengaruhi kondisi perekonomian di Indonesia. Banyak perusahaan yang mengambil langkah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) guna mempertahankan perusahaannya. Karyawan yang terkena dampak PHK tersebut, banyak yang memutuskan untuk membuka usaha demi melanjutkan kehidupan.

“Rezeki sudah ada yang ngatur, mas.”

7 Tips Sukses UMKM

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya, sebagai upaya untuk bisa meningkatkan daya saing.

1. Melakukan Analisis SWOT

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dapat digunakan untuk mempersiapkan strategi atau langkah yang perlu dilakukan di tengah persaingan yang ada. Dengan mengetahui kondisi internal (Strength and Weakness) serta kondisi eksternal (Opportunity and Threat), suatu usaha dapat menemukan cara untuk memperpanjang keberlangsungan hidupnya, dan meningkatkan daya saing.

SWOT Analysis - sparkchart
Analisis SWOT diperlukan dalam perencanaan strategis
(sumber: sparkchart.com)

2. Melakukan Inovasi Promosi Produk atau Jasa

Sumber pemasukan bagi suatu usaha adalah ketika berhasil menjual produk atau jasa yang ditawarkan. Keberhasilan dalam menjual produk atau jasa tersebut dipengaruhi promosi yang dilakukan. Dalam hal ini, UMKM perlu memanfaatkan teknologi, terutama penggunaan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau pun TikTok. Di samping itu, UMKM dapat berinovasi dalam membuat konten serta memilah terlebih dahulu media sosial yang tepat sesuai dengan target konsumen masing-masing usaha.

Baca juga → Belajar dari Kesalahan Marketing Medsos

3. Bergabung dengan Komunitas

Keberhasilan UMKM juga didukung dengan adanya relasi yang dibangun lewat komunitas wirausahawan. Komunitas UMKM dapat menjadi tempat bertukar pikiran dan pengalaman. Dengan bergabung ke dalam komunitas, pelaku UMKM dapat menambah pengetahuan, berkolaborasi, mempromosikan usaha, serta dapat saling support baik material maupun moral.

4. Memanfaatkan Aplikasi Online

Salah satu aplikasi yang sangat berguna bagi UMKM adalah aplikasi jurnal online. Aplikasi  jurnal online dapat membantu pengelolaan tagihan hingga pembayaran yang dilakukan secara online. Kemudian dapat digunakan juga media e-mail, WhatsApp, atau aplikasi online messenger lainnya untuk memudahkan pemberian bukti transaksi dan memudahkan keberlangsungan usaha tanpa adanya tatap muka.

Penggunan jurnal online juga dapat membantu pelaku usaha agar lebih mudah memantau cashflow agar tetap terjaga. Dengan berpindah dari offline menuju online, tentunya berpengaruh terhadap kemudahan yang bisa dirasakan oleh pelaku usaha hingga jaringan yang terdapat dalam usaha tersebut.

Baca juga → Buka Bisnis UMKM? Ini Daftar Aplikasi Android yang Harus Kamu Punya

5. Melakukan Perencanaan Anggaran

Keberlangsungan dan keberlanjutan suatu usaha ditentukan dari anggaran yang dimiliki oleh usaha tersebut. Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini, banyak usaha yang tidak mampu mempertahankan usahanya dikarenakan perencanaan anggaran yang kurang matang. Di satu sisi, pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Kerugian pun mendominasi usaha, dan akhirnya usaha tersebut diharuskan tutup. Sebelum hal itu terjadi, ada baiknya setiap usaha melakukan perencanaan anggaran dengan rinci, bahkan pengeluaran atau pemasukan yang sangat kecil pun perlu diperhatikan.

6. Memonitor Kondisi Usaha

Untuk mengetahui langkah keberlanjutan usaha, perlu dilakukan monitoring atau pengecekan terutama dari segi cashflow. Apabila usaha yang dimiliki sudah banyak beralih secara online, pemantauan dapat dilakukan menggunakan gawai yang sudah terhubung dengan bukti-bukti penjualan secara online. Melakukan monitoring cashflow perlu dilakukan secara rutin agar aliran keuangan dapat terus terjaga dengan baik.

7. Mengecek Inventori

Pemanfaatan media online maupun teknologi memampukan para pengusaha UMKM dapat menggunakan berbagai macam aplikasi yang mendukung pendataan. Salah satunya adalah pendataan persediaan barang, sehingga tidak perlu lagi dilakukan perhitungan secara manual. Bagi pengusaha bidang jasa, dapat melakukan pengecekan apakah dibutuhkan tambahan tenaga kerja seiring dengan permintaan yang ada.


(Laurentius Calvin Santoso)

sumber gambar atas: pch.vector / Freepik

Temukan artikel bisnis lebih lengkap di sini → Manis Getir Dunia Bisnis

bisnis khusus
5 bintang | 2 penilai