Marketing Funnel (Giuseppe Miglino)

Tips Bisnis Go Digital Siap Bangkit Selepas Pandemi

Indonesia memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19 awal tahun 2022, dan bersiap menghadapi gelombang berikutnya. Sejak dua tahun sebelumnya, pandemi telah mengakibatkan keterbatasan ruang gerak bagi pelaku bisnis terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para pelaku usaha harus menerapkan cara baru agar bisnisnya dapat bertahan.

Adaptasi adalah salah satu cara untuk menyelamatkan diri dari dampak negatif pandemi. Go digital adalah cara bertahan di tengah pandemi, juga cara untuk mengembangkan bisnis nanti setelah pandemi usai.

Baca juga Jangan Ketinggalan, Ini 6 Pilihan Profesi Digital Marketing Kekinian

Siap Go Digital

1. Melakukan kolaborasi dengan pelaku bisnis lain

Kolaborasi adalah proses bekerja sama untuk menelurkan gagasan atau ide dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama menuju visi bersama. Adanya kolaborasi ini juga bisa disesuaikan dengan lini bisnis yang dimiliki. Bentuk dari kolaborasi ini juga beragam, misalnya cross-promote brand di media sosial, kolaborasi dengan influencer, guest posting, dan lain-lain.

2. Membuat konten

Membuat konten yang inspiratif, informatif, dan menarik adalah keharusan bagi sebuah bisnis agar followers terus mengikuti perkembangan bisnis. Konten yang berhasil adalah konten yang menimbulkan efek “adiktif” bagi audiens yang menikmatinya. Konten ini dapat berupa infografis, carousel, slide, quote, foto naratif, gif, kolase, meme, dan lain-lain.

3. Promosi atau beriklan

Iklan berbayar atau paid ads merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengundang calon pelanggan untuk mengunjungi halaman bisnis kita. Saat ini, ada banyak pilihan platform untuk memasang iklan di internet, seperti Google My Business, Instagram Ads, Facebook Ads, TikTok Ads, YouTube Ads, Linkedln, endorsement, email marketing, dan lain-lain.

4. Terapkan marketing funnel

Marketing funnel adalah proses seorang customer mulai dari tidak mengenal brand, mengenal, menimbang-nimbang, melakukan pembelian, menilai produk, hingga menjadi pelanggan setia. Dengan konsep marketing funnel, pebisnis bisa lebih efektif dalam menjalankan strategi marketing dan melihat hasilnya dalam bentuk pendapatan.

Marketing funnel membantu pelaku bisnis terhindar dari membuang uang untuk upaya promosi yang percuma. Ada lima langkah atau tahapan penting dalam konsep marketing funnel, yaitu awareness (menyadari), consideration (menimbang-nimbang), purchase (membeli), retention (membeli lagi), dan advocacy (memberi testimoni dan rekomendasi).

Marketing Funnel 5 Tahap
Marketing funnel (corong pemasaran) adalah konsep yang menggambarkan perjalanan seorang customer mulai dari saat belum mengenal brand atau produk, sampai menjadi pelanggan loyal dan menjadi brand advocate yang bisa mengajak orang lain ikut menjadi pelanggan baru. (gambar: dok. redaksi)

Baca juga Tips Branding di Instagram: Feeds Cantik, Omzet Meroket

Setelah melengkapi keterampilan dalam berbisnis dan mengikuti empat tips tersebut, pelaku bisnis diharapkan dapat tetap berhasil di tengah pandemi, bahkan dapat bersiap meningkatkan bisnis menuju era setelah pandemi.

Pelaku bisnis sepatutnya juga memiliki perlindungan yang sesuai untuk menghindari berbagai bentuk risiko, seperti memiliki asuransi bisnis dengan perlindungan komprehensif.

Menuju go digital bukan hanya tentang digital atau pemasaran melalui internet. Dengan adanya teknologi digital, pelaku bisnis dapat mengubah cara untuk berinteraksi dengan pelanggan, pekerja, pemasok, dan mitra usaha. Teknologi digital juga dapat membantu pelaku bisnis lebih efektif, efisien, fleksibel, dan memberikan nilai lebih pada bisnisnya.


(Yoan Agneta)

ilustrasi foto atas: Gioseppe Miglino

editor: MA

bisnis khusus
5 bintang | 3 penilai