macam-macam profesi - tips memilih jurusan kuliah

Cermat Pilah-pilih Jurusan Kuliah, Jangan Menyesal Kemudian

Apa cita-citamu saat besar nanti? “Aku ingin jadi dokter…” “Aku ingin jadi insinyur…” Ini adalah jawaban “klasik” yang lumrah terdengar diucapkan anak-anak kecil sedari dulu. Namun generasi Z saat ini, jawabannya macam-macam, tidak pernah terpikirkan oleh generasi “ABG” (Angkatan Babe Gue) sebelumnya.

“Aku mau jadi CEO…” “Aku mau jadi entrepreneur…” “Aku mau jadi chef terkenal…” bahkan “Aku mau jadi artis…” “Aku mau jadi food blogger…” atau “Aku mau jadi pro-gamer…” juga “Aku mau jadi youtuber…” sudah menjadi cita-cita anak-anak muda jaman now.

Lalu, bila kemudian ditanyakan, “Kamu mau kuliah jurusan apa?”

Ternyata jawabannya tidak segamblang itu.

Bila begitu, untuk apa kuliah?
Buang-buang waktu dan energi saja jadinya!

Eitts…! Jangan skeptis dulu.

Perlukah kita kuliah dan menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi? Jelas perlu dong. Bahkan bila kalian nantinya ingin jadi youtuber, meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi tetap perlu untuk membekali diri kalian dengan hard skill dan soft skill yang akan menjadi modal utama kalian. Ilmu, network, kesempatan, dan pengalaman yang kalian serap dan jalani di lingkungan perguruan tinggi, dijamin akan membuat kalian lebih mumpuni menjalani profesi dan karier kalian setelah lulus nanti.

Bukan berarti kalian boleh asal kuliah di jurusan apa pun, ya. Kalian juga harus cermat memilih jurusan kuliah, agar bisa make the most of it. Maksudnya, kalian bisa maksimal mengembangkan diri saat kuliah nanti. Nah, agar tidak galau, ikuti beberapa tips praktis berikut ini.

7 Tips Praktis Memilih Jurusan Kuliah

  1. Cari Tau Minatmu
  2. Kenali Kemampuanmu
  3. Gali Informasi Program Studi
  4. Buat List Opsi Program dan Universitas Incaran
  5. Pastikan dan Konfirmasikan Pilihanmu Itu
  6. Jangan Latah Ikut-ikutan
  7. Tips Pamungkas

Baca juga → Ternyata UTBK Bisa untuk Daftar PTS, Pahami Juga Bedanya dengan SBMPTN

1. Cari Tau Minatmu

Pahami dirimu sendiri, cari tau hal-hal apa yang kalian minati, apa yang membuatmu tertarik untuk mengeksplorasi lebih dalam. Ini merupakan langkah yang paling dasar sebagai permulaan untuk menentukan arah jurusan kuliahmu.

Sebagai contoh, bila kalian menyukai hal-hal seperti menggambar, memotret, atau membuat video, ini berarti minat kalian adalah dalam bidang artistik. Bisa jadi kalian akan cocok berkuliah di jurusan seni rupa atau desain.

Contoh lainnya, bila kalian suka ngulik gadget, orangnya techy, selalu penasaran kehebatan produk-produknya Tesla atau Apple yang terbaru, berarti minatmu adalah bidang yang berbau teknologi. Bisa jadi kalian cocok berkuliah di jurusan teknik, teknologi informasi, atau mungkin juga desain produk.

2. Kenali Kemampuanmu

Setelah mengetahui minat dan bakat, kalian perlu mengenali sampai di mana kemampuanmu. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat perkembangan belajar, nilai mata pelajaran, nilai ekstra-kurikuler, dan prestasimu di sekolah.

Bisa saja kemampuanmu di bidang matematika jauh mengungguli nilai-nilai pelajaran bahasa, atau sebaliknya. Bisa juga semua nilai pelajaranmu pas-pasan saja, tapi kalian punya prestasi ekstra-kurikuler misalnya seperti di kegiatan fotografi, atau olahraga.

Mengenali kemampuan ini penting untuk mencocokkan apakah kalian sesuai dengan kriteria program studi yang kalian sasar. Bila kemampuan kalian cocok dengan kriteria program studi tersebut, maka hal ini merupakan salah satu indikasi kalian akan dapat mengikuti pembelajaran di jurusan itu.

Sebagai contoh, misalnya kriteria penerimaan jurusan teknik sipil di universitas C mensyaratkan nilai minimum pada pelajaran matematika dan fisika. Bila nilaimu tidak mencukupi, itu merupakan pertanda awal bahwa kalian akan mengalami kesulitan mengikuti studi di universitas C tersebut.

3. Gali Informasi Program Studi

Luangkan waktu untuk melakukan riset kecil-kecilan, cari tau program-program yang ditawarkan oleh universitas-universitas incaranmu. Hal ini sebetulnya susah-susah gampang, dengan banyaknya program studi dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia saat ini.

Cara yang paling betul adalah mencari informasi di website masing-masing perguruan tinggi, karena informasi di situ adalah yang paling valid.

4. Buat List Opsi Program dan Universitas Incaran

Setelah mendapatkan cukup banyak informasi, lakukan penyortiran dan tandai program-program studi mana saja yang paling dekat dengan minat dan kemampuan kalian. Kemudian, lakukan riset lanjutan untuk mengetahui lebih detail mengenai universitas yang menawarkan program itu.

Kalian harus mengetahui bahwa setiap universitas memiliki materi dan pendekatan yang berlainan atas suatu bidang yang ditawarkan, walaupun nama program atau jurusannya sama.

Sebagai contoh, jurusan seni rupa di universitas A mungkin konsentrasinya di bidang desain game dan animasi. Sedangkan jurusan yang sama di universitas B menawarkan konsentrasi fashion design. Keduanya sama-sama jurusan seni rupa, tapi isinya sangatlah berbeda. Kalian perlu mencermati hal ini.

5. Pastikan dan Konfirmasikan Pilihanmu Itu

Berikutnya, kalian perlu mengerucutkan list yang sudah kalian buat, untuk mendapatkan alternatif-alternatif pilihan yang semakin relevan. Di titik ini, kalian perlu melakukan kroscek dengan meminta pendapat dari orang-orang yang kalian percaya, atau dari pakar yang berkecimpung dalam dunia pendidikan atau pengembangan diri.

Manfaatkanlah juga fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh beberapa lembaga pendidikan, juga oleh beberapa perguruan tinggi ternama, yang menyediakan aplikasi-aplikasi tes kecocokan jurusan, atau tes peminatan. Biasanya aplikasi dan layanan semacam ini bertujuan untuk memprediksi apakah seorang calon mahasiswa cocok dengan program studi tertentu yang ditawarkan di universitas itu.

6. Jangan Latah Ikut-ikutan

Ada sebuah fenomena yang cukup unik, bahwa ada lulusan SMA yang mendaftar ke sebuah perguruan tinggi secara “berjemaah”. Mereka mendaftar bareng berlandaskan rasa kebersamaan, walaupun sebetulnya kurang memahami jurusan yang mereka pilih.

Hal ini bisa dimengerti, karena sebagian lulusan SMA tentu merasa asing dengan dunia perkuliahan yang akan mereka hadapi ke depan. Masuk akal bila mungkin mereka berpikir, dengan adanya teman-teman yang mendaftar bersama-sama, nantinya akan memudahkan perkuliahan.

Namun perlu diketahui baik-baik, menjalani perkuliahan di jurusan atau universitas yang tidak cocok dengan minat dan kemampuan kalian, apalagi karena terpaksa, tentu akan terasa lebih berat.

Jadi, jangan sekadar ikut-ikutan teman, atau ikut-ikutan tren saja, merasa pas memilih jurusan yang saat ini sedang trending.

7. Tips Pamungkas

Setelah kalian mengikuti semua tips di atas, seharusnya di titik ini kalian sudah mempunyai pilihan yang lebih mantap. Bila belum, ulangi lagi langkah-langkah di atas sampai kalian merasa mantap. Tips tambahan, bila akhirnya kalian sudah fix mendaftar ke salah satu universitas, jalanilah kehidupan perkuliahan dengan penuh semangat. Lakukan semua tugas dan kewajiban sebagai seorang mahasiswa.

Manfaatkan waktu luang dengan bersenang-senang.

Ya, kalian tidak salah baca!

Bersenang-senanglah dengan cara yang positif, manfaatkan segala fasilitas yang disediakan di kampusmu. Bila ada masalah apa pun yang kalian hadapi nanti, jangan ragu untuk menghubungi pihak kampus. Universitas yang baik biasanya menyediakan layanan bimbingan dan konseling mahasiswa yang bisa kalian manfaatkan. Tidak perlu sungkan untuk bertanya atau berkonsultasi, karena itu sudah menjadi kewajiban pihak kampus untuk memastikan studi kalian lancar, dan bisa lulus tepat waktu.


(@infokampus)

Baca topik lainnya tentang dunia pendidikan → Seputar Kampus

khusus pendidikan utama
5 bintang | 2 penilai