Sustainability Rankings Compared

Membandingkan Tiga Raksasa Pemeringkat Keberlanjutan Global dari THE, QS, dan UI

Era baru pendidikan tinggi telah menempatkan keberlanjutan sebagai pembentuk identitas kampus, bukan lagi sekadar pelengkap reputasi. Perguruan tinggi di seluruh dunia kini bersaing membuktikan komitmen lingkungan dan sosial mereka melalui instrumen pemeringkatan global.

Sejauh ini, ada tiga pemeringkat global yang menjadi acuan utama, yakni Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings, Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings: Sustainability, dan UI GreenMetric World University Rankings.

Ketiganya telah dikenal dan diakui secara global sebagai pemeringkat yang mengevaluasi performa perguruan tinggi menggunakan metodologi relevan dengan isu keberlanjutan (sustainability).

Baca juga → THE Impact Rankings Berubah Jadi THE Sustainability Ratings, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

UI GreenMetric, Pionir dari Indonesia

Banyak yang terkejut saat mengetahui bahwa pemeringkat keberlanjutan universitas global pertama di dunia lahir di Depok, Indonesia. Namanya adalah UI GreenMetric World University Rankings, diluncurkan oleh Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2010.

UI GreenMetric hadir sebagai pionir, hampir satu dekade lebih awal sebelum institusi pemeringkat global lainnya melirik isu serupa. Kepopuleran UI GreenMetric terlihat dari tingkat partisipasi global yang mencapai 1.745 universitas dari 105 negara pada edisi 2025.

Filosofi UI GreenMetric berlandaskan pada tiga pilar utama, yakni lingkungan, ekonomi, dan kesetaraan. Metodologinya menekankan pengelolaan fisik kampus, mulai dari penataan infrastruktur, energi, pengelolaan sampah, air, hingga transportasi hijau.

Memasuki tahun 2026, sistem ini berevolusi menjadi UI GreenMetric Sustainable University Rankings dengan menambahkan kategori ketujuh, yakni tata kelola dan digitalisasi. Pengembangan ini guna memperkuat struktur kepemimpinan yang transparan dan akuntabel.

Baca juga → Selisik ScholarGPS Pemeringkat Kampus dan Peneliti Terbaik Dunia, Apakah Terpercaya?

THE Sustainability Impact Ratings, Dulunya THE Impact Rankings

Lembaga pemeringkat asal Inggris, Times Higher Education (THE), memasuki arena ini pada tahun 2019 dengan THE Impact Rankings. Berbeda dengan UI GreenMetric, THE menggunakan instrumen yang terkait dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB sebagai kerangka kerja penilaiannya.

Baca juga → Metode Penilaian THE Impact Rankings

QS World University Rankings: Sustainability

Pemain besar berikutnya, Quacquarelli Symonds (QS), adalah lembaga pemeringkat global yang sebelumnya telah dikenal dengan QS World University Rankings (WUR). QS memperluas penilaian WUR dengan meluncurkan World University Rankings: Sustainability pada tahun 2022.

Metodologi QS membagi penilaian ke dalam tiga kategori besar yang berkaitan dengan ESG, yakni dampak lingkungan (Environmental), dampak sosial (Social), dan tata kelola (Governance). Mirip dengan pendekatan THE, QS juga mengaitkan penilaian dengan SDGs melalui komitmen perguruan tinggi dalam mitigasi perubahan iklim serta kinerja riset yang selaras dengan pencapaian SDGs.

Berbeda dengan sistem pemeringkat lainnya, QS memiliki kriteria eligibilitas yang lebih ketat dan cenderung eksklusif. Perguruan tinggi harus sudah terdaftar dalam peringkat utama QS, seperti QS WUR atau QS Rankings by Region, untuk dapat masuk pemeringkatan.

Adu Reputasi Global Perguruan Tinggi Indonesia

Pada pertarungan global reputasi keberlanjutan, perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan taringnya. Setidaknya ada lima kampus ternama Indonesia yang selalu menjadi langganan peringkat teratas global.

Dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026, Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menembus peringkat 15 dunia, menjadikannya yang terbaik di Indonesia, diikuti oleh UI, UGM, IPB, dan Unpad.

Sementara itu, dalam QS World University Rankings: Sustainability 2026, Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin peringkat teratas Indonesia dengan menempati posisi 409 dunia, diikuti oleh UI, ITB, IPB, dan Unpad.

Berikutnya, dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2025, UI memimpin di tingkat nasional dengan menempati posisi 19 dunia, disusul oleh UNDIP, UGM, UNNES, dan IPB.

Ringkasan Perbedaan Metodologi dan Fokus Penilaian

Masing-masing sistem pemeringkatan menawarkan kerangka kerja yang berbeda bagi perguruan tinggi untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan kontribusi mereka terhadap isu keberlanjutan.

UI GreenMetric menonjol sebagai pionir inklusif yang berfokus pada pengelolaan fisik dan operasional kampus hijau melalui kerangka konseptual lingkungan, ekonomi, dan kesetaraan. Pihak UI GreenMetric mengeklaim bahwa teknis pengumpulan dan pengiriman data untuk mengikuti penilaiannya relatif sederhana.

Di sisi lain, THE Sustainability Impact Ratings menyediakan evaluasi dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas berdasarkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB melalui empat pilar utama, yakni penelitian, pengelolaan, jangkauan, dan pengajaran.

Sementara itu, QS menerapkan kriteria riset yang ketat dan cenderung eksklusif melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance). Penilaiannya sangat bergantung pada kinerja penelitian terkait SDGs yang bersumber dari basis data Elsevier. Perguruan tinggi harus sudah terdaftar dalam peringkat utama QS untuk dapat masuk ke pemeringkatan ini.

Baca juga → Puluhan Negara Terjebak Predatory Rankings Tiruan Webometrics

Pemeringkatan Mana yang Terbaik untuk Perguruan Tinggi Indonesia?

Ketiga sistem pemeringkatan itu telah diakui secara global, dan jumlah perguruan tinggi yang ikut serta terus mengalami peningkatan. Masuknya perguruan tinggi Indonesia dalam ketiga pemeringkatan tersebut memberikan manfaat besar bagi peningkatan reputasi dan daya saing Indonesia di mata dunia.

Pemilihan instrumen yang paling cocok sangat bergantung pada fokus strategis masing-masing perguruan tinggi, apakah ingin menekankan pada efisiensi tata kelola infrastruktur hijau, dampak solusi sosial yang luas, atau pengakuan riset yang selaras dengan standar global.

Pihak kampus juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor teknis dan praktis lainnya, seperti tingkat kesiapan kampus, ekosistem yang telah terbentuk, hingga masalah pembiayaan, baik biaya untuk melaksanakan upaya keberlanjutan maupun biaya untuk keikutsertaan pemeringkatan.

Terlepas dari tujuan substansial yang ingin dicapai, ada fakta umum bahwa instrumen mana pun yang dipilih, faktor penting yang dibanggakan kalangan kampus adalah tercantumnya nama mereka di daftar peringkat atas, baik di THE Sustainability Impact Ratings, QS World University Rankings: Sustainability, atau UI GreenMetric World University Rankings.

Sukur-sukur, bisa tampil peringkat atas dalam ketiga instrumen pemeringkatan tersebut sekaligus.


(Ditulis oleh: Iwan Santosa)

REFERENSI


TENTANG PENULIS

gambar atas: foto latar oleh Ricardo Gomez Angel

editor: MA

pendidikan rekomendasi
5 bintang | 1 pendukung