Sebelas kampus Indonesia didaulat melaksanakan kampanye tematik pembumian sains dan teknologi melalui inisiasi Resona Saintek, bagian dari program Semesta (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sainteknologi Nusantara).
- Capaian Kinerja Resona Saintek
- Platform Nasional Komunikasi Sains
- Angkat Inovasi Saintek Unggulan Kampus
- Komentar Perguruan Tinggi Pelaksana Resona Saintek
Semesta adalah program yang dilahirkan oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.
Program ini mendorong perguruan tinggi untuk mendekatkan sains dan teknologi (saintek) agar membumi di tengah masyarakat secara inklusif.
Kemdiktisaintek melalui skema Resona Saintek mendorong humas kampus sebagai fasilitator dan komunikator sains untuk mengarusutamakan isu-isu saintek di ruang publik. Kapasitas dan peran humas diperkuat untuk menjembatani pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat lokal.
Melalui serangkaian proses seleksi ketat terhadap lebih dari 1.500 proposal, sebelas kampus terpilih menjadi penerima program Resona Saintek. Mereka melaksanakan kampanye tematik mulai 12 September 2025 hingga berakhir pada 14 Desember 2025.

Baca juga → Membedah Peran Strategis Humas, Masalah Pembumian Saintek hingga Komunikator Sains
Capaian Kinerja Resona Saintek
Hasilnya, kesebelas perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) berhasil menyelenggarakan kampanye dan mencapai kinerja serta tujuan yang ditetapkan, bahkan melebihi target luaran yang diharapkan.
Berikut ini capaian program Resona Saintek secara nasional.
- Jangkauan partisipasi mencapai lebih dari 7.300 orang peserta yang terlibat langsung dalam kegiatan luring (expo, seminar, open lab, safari sekolah, workshop, CFD, showcase, susur kampung).
- Produk komunikasi sains mencapai lebih dari 260 konten digital terverifikasi, mencakup video pendek & panjang, poster & infografis, artikel & siaran pers, podcast, hingga user generated content (UGC).
- Jangkauan digital mencapai lebih dari 4,7 juta tayangan atau impressions kumulatif di berbagai platform digital.
- Interaksi publik mencapai lebih dari 125 ribu, meliputi interaksi digital dalam bentuk likes, comments, shares, saves, hingga interaksi langsung secara live.

Selain itu, dihasilkan juga lima jenis inovasi media dan kanal diseminasi yang jumlah totalnya mencapai lebih dari 22 luaran, sebagai berikut.
- Microsite kampanye tematik
- Media pembelajaran berbasis QR
- E-booklet riset publik
- Dashboard dampak berbasis data
- Citizen science berformat observasi terbuka, kompetisi UGC, dan susur kampung
Capaian kinerja dan luaran dari masing-masing kampus dipamerkan dalam ajang apresiasi “Repertoar 2025” di Graha Kemdiktisaintek, Sabtu (20/12/2025).
Mengangkat tema “Jejak Langkah Sains dan Teknologi”, Repertoar 2025 memamerkan 137 poster dan produk inovasi dari seluruh program Semesta, mencakup skema In Saintek, Tera Saintek, Resona Saintek, dan Berdikari.
Baca juga → 48 Kampus Terpilih Menjadi Pionir Pembumian Sains dan Teknologi Luncuran Semesta Diktisaintek
Platform Nasional Komunikasi Sains
Kemdiktisaintek pada publikasi “Resona Saintek dalam Angka” menyimpulkan bahwa program Resona Saintek memiliki potensi kuat untuk diperluas sebagai platform nasional komunikasi sains publik.
Penguatan dan pengarusutamaan Resona akan menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa sains dan teknologi tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi benar-benar hadir, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai bagian dari pembangunan nasional berbasis pengetahuan.

Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dalam arahannya menekankan, melalui Program Semesta, Kemdiktisaintek ingin membangun paradigma baru yakni teknologi tidak lagi berjarak dari kehidupan sehari-hari.
Menteri Brian menegaskan, pengembangan sains dan teknologi di Indonesia harus bergeser dari sekadar pencapaian angka-angka menuju kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
“Sains tidak boleh eksklusif, teknologi harus dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan pengetahuan tidak boleh tumbuh meninggalkan masyarakat,” tegas Mendiktisaintek (20/12/2025).
Angkat Inovasi Saintek Unggulan Kampus
Sebelas perguruan tinggi penerima program Resona Saintek melaksanakan kampanye mengusung keunggulan inovasi saintek dari masing-masing kampus.
1. Institut Teknologi Sumatera
“Langit Lampung” Sains untuk Publik, Literasi Astronomi, dan Astro-Tourism Berkelanjutan
Ketua tim: I Putu Mahendra
2. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
From Waste to Wealth: Inovasi HITS (Healthy, Integrated, Smart) and Green UNTIRTA untuk Energi Bersih, Ekonomi Sirkular, dan Masyarakat Berkelanjutan
Ketua tim: Yus Rama Denny
3. Universitas Gadjah Mada
Riset Kuat, Pangan Hebat
Ketua tim: Hestining Kurniastuti
4. Universitas Kristen Maranatha
Kampanye Kehumasan Terpadu Pemberdayaan Sains dan Teknologi dalam Pelestarian Budaya Asli Indonesia
Ketua tim: Iwan Santosa
5. Universitas Jenderal Soedirman
“Unsoed Berdampak, Desa Bergerak” SINAR (Soedirman Inovasi Nyalakan Asa Rakyat)
Ketua tim: Dian Bestari Santi Rahayu
6. Universitas Muhammadiyah Kudus
Ekonomi Sirkular Berbasis Kesehatan
Ketua tim: Moh Aris Prasetiyanto
7. Universitas Veteran Bangun Nusantara
Publikasi Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal dengan Menggunakan Pranata Cara Jawa
Ketua tim: Made Wedaswari
8. Universitas Dhyana Pura
Wellness Tourism sebagai Upaya untuk Mencapai Kesejahteraan Holistik
Ketua tim: Ni Kadek Theressa Putri
9. Politeknik Negeri Jember
Tefa Polije SIP Berdampak: Rakyat Paham Riset, Menanam Inovasi, Panen, Pangan
Ketua tim: Syaiful Bachri
10. Politeknik Bintan Cakrawala
Green Innovation dan Ekonomi Kreatif Vokasi untuk Kehidupan yang Berkelanjutan
Ketua tim: Yoffie Kharisma Dewi
11. Politeknik Negeri Padang
Energi Hijau dari Kampus Vokasi: dari Laboratorium ke Masyarakat Sumbar
Ketua tim: Naswiradianto

Baca juga → Inovasi Teknologi Bertemu Tradisi, Hidupkan UMKM Industri Kreatif Kampung Batik Cigadung
Komentar Perguruan Tinggi Pelaksana Resona Saintek
Usai menuntaskan rangkaian kampanye tematik, tim pelaksana Resona Saintek perguruan tinggi melalui perwakilan masing-masing menyatakan pendapatnya.
Apa kata mereka?
Universitas Muhammadiyah Kudus
Luar biasa berdampak, menggugah kepedulian, dan menjembatani riset dengan masyarakat melalui diksi yang populis dan tidak retoris.
Moh Aris Prasetiyanto
Semesta Saintek telah memberikan pengalaman yang luar biasa terutama untuk kami sebagai Dosen. Semesta Saintek tidak hanya memperkaya ilmu, tetapi juga membuka kesempatan networking yang sangat berharga dengan para ahli.
Ana Zumrotun Nisak
Universitas Kristen Maranatha
Resona Saintek menjadi kampanye kehumasan saintek paling sukses dan memberi pengalaman best practice sebagai science communicator.
Iwan Santosa
Program Resona Semesta ini sangat membantu untuk memperkenalkan hasil penelitian kami. Bentuk publikasi hasil penelitian dapat menjangkau masyarakat luas, dari kalangan muda, industri, dan masyarakat. Yang pasti program Resona Semesta ini keren banget.
Ratnadewi
Resona mendorong kami sebagai dosen untuk terus menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak. Dukungan ini memperkuat kontribusi akademisi dalam melaju bersama untuk kemajuan Indonesia.
Ariesa Pandanwangi
Program Resona Saintek memberikan pengalaman berharga dan mendorong kerja sama antara tim peneliti, tim humas, civitas akademika dan masyarakat umum. Menjadi bagian dari tim Resona Saintek di Universitas Kristen Maranatha merupakan pengalaman yang membanggakan dan sangat bermakna serta berdampak positif bagi masyarakat luas.
Agus Prijono
Program ini memberikan peluang humas dan peneliti untuk saling berkolaborasi, sehingga karya dapat dinikmati dan dicerna dan dengan mudah bagi masyarakat umum. Semoga ke depan semakin banyak hasil penelitian yang terpublikasikan dengan baik seperti ini.
Rosye Wulandari

Universitas Gadjah Mada
Resona Saintek memberi ruang kolaborasi humas dan peneliti untuk menghadirkan riset agar benar-benar dirasakan manfaatnya.
Hestining Kurniastuti
Sangat senang dengan program ini karena memberikan kesempatan kepada insan humas untuk dapat terhubung dan menjalin kolaborasi dekat dengan peneliti, masyarakat dan stakeholder terkait.
Eko Paris Besteryana Yulianto
Universitas Jenderal Soedirman
Resona Saintek memperkuat peran civitas akademika sebagai agen komunikasi sains di era digital.
Dian Bestari Santi Rahayu
Sebagai bagian dari humas perguruan tinggi, program Resona Saintek memberikan ruang untuk memaksimalkan peran civitas akademika sebagai agen komunikasi sains di era digital.
Kilau Riksaning Ayu
Universitas Dhyana Pura
Program Resona Saintek membantu riset menjangkau publik luas lintas usia dan sektor.
Ni Kadek Theressa Putri
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Program Resona Saintek menjadi fondasi penting untuk memperluas jejaring kolaborasi dan hilirisasi inovasi kampus.
Yus Rama Denny
(Laporan kolaborasi Humas Maranatha)
TENTANG PENULIS
Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR adalah praktisi media, komunikasi, dan kehumasan, anggota Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), berlatar belakang akademik di bidang teknik dan computer science. Ia aktif menulis mengenai topik media, humaniora, budaya, literasi, teknologi informasi, hingga cyber law.
Makalah terbarunya tahun ini, “The Strategic Role of Public Relations in the Era of AI and PR 4.0”, meraih penghargaan Best Paper The 2nd International Conference of Business Administration and Communication (ICoBAC) 2025. Ia juga berpartisipasi pada program Global Communication Knowledge Conference, Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025, dengan artikel berjudul “Humas Perguruan Tinggi di Tengah Tantangan Kolaborasi ESG Lintas Sektor”.
Kiprahnya dalam program inisiasi Kemdiktisaintek “Semesta” (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sainteknologi Nusantara) adalah sebagai Ketua Tim Penyusun Proposal dan Ketua Pelaksana Resona Saintek Universitas Kristen Maranatha.
foto atas: Repertoar 2025 di Graha Kemdiktisaintek, Jakarta (20/12/2025)
editor: MA




