Budaya lokal, isu sosial, keberlanjutan, hingga teknologi masa depan menjadi sumber inspirasi bagi para desainer muda dalam pergelaran busana Evolusia 2026. Mereka ingin menunjukkan bagaimana mode dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan dan cara pandang tentang dunia.
Para desainer muda itu adalah mahasiswa fashion design Universitas Kristen Maranatha, dan karya-karya yang diperagakan adalah hasil tugas akhir mereka.
Evolusia 2026 digelar di Imah Seniman, Kabupaten Bandung Barat (5/11/2026), oleh Program Diploma III Seni Rupa & Desain (Fashion Design) Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK) Maranatha bekerja sama dengan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat.
Pergelaran busana dan pameran tugas akhir tahunan kali ini mengangkat tema “OMNIA: Many Worlds, One Human Experience”.
Tema ini berangkat dari gagasan bahwa setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, dan perspektif yang berbeda. Namun, di balik semua perbedaan itu, terdapat pengalaman kemanusiaan yang menghubungkan satu dengan yang lain.
Makna OMNIA yang berarti segalanya menjadi ruang eksplorasi bagi para mahasiswa. Mereka bebas mengangkat berbagai fenomena kontemporer yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagian terinspirasi oleh budaya dan tradisi lokal. Sebagian lainnya mengangkat isu sosial, keberlanjutan lingkungan, dan perkembangan teknologi yang diperkirakan akan memengaruhi kehidupan di masa depan.
Baca juga → Reinkarnasi Kreatif 23 Desainer Mode Bandung Hadirkan Fashion Show Evolusia 2025
Fashion Bukan Hanya Soal Estetika
Menurut Grace Sahertian, S.Ds., M.Ds., Ketua Program Diploma III Seni Rupa dan Desain FHIK Maranatha, perkembangan dunia mode tidak dapat dilepaskan dari perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan.
“Kalau kita berbicara tentang tren, tentu bukan hanya tren fashion. Tren fashion itu juga dipengaruhi oleh perkembangan dunia secara keseluruhan,” ujarnya. Perkembangan industri dan dunia fashion juga dipengaruhi oleh perkembangan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan berbagai hal lainnya.
Keberagaman sumber inspirasi tersebut melahirkan karya-karya dengan karakter yang berbeda. Ada karya yang berakar pada identitas budaya. Ada pula yang merefleksikan perubahan sosial dan kemajuan teknologi. Meski berangkat dari tema yang sama, setiap desainer menghadirkan interpretasi yang unik.
Melalui karya-karya tersebut, mode tampil lebih dari sekadar persoalan estetika. Busana menjadi media untuk bercerita. Setiap koleksi menghadirkan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.
Pendekatan inilah yang juga ditanamkan kepada mahasiswa selama proses pendidikan. Grace menjelaskan bahwa seorang desainer perlu memiliki kepekaan untuk membaca fenomena yang terjadi di sekitarnya dan mengolahnya menjadi ide yang bermakna.
“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa fashion itu tidak berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang memengaruhi. Jadi, mereka harus bisa membaca apa yang sedang terjadi di sekitarnya, kemudian bagaimana fenomena tersebut bisa diterjemahkan menjadi sebuah gagasan dan diwujudkan dalam karya busana,” paparnya.
Di balik setiap rancangan terdapat proses yang panjang. Mahasiswa harus melakukan riset, mengembangkan konsep, mengeksplorasi material, dan menerjemahkan gagasan menjadi koleksi yang utuh.
Proses tersebut membentuk mahasiswa menjadi lebih dari sekadar pembuat busana. Mereka belajar melakukan observasi, berpikir kritis, dan mengolah berbagai fenomena menjadi ide desain. Kemampuan ini penting bagi seorang desainer yang ingin menghasilkan karya yang relevan sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Baca juga → Desainer Mode Maranatha Pamer Koleksi Evolusia 2024 Kolaborasi dengan APPMI
Titik Temu Mahasiswa dan Industri Mode
Hasil akhirnya tampak dalam 54 looks yang ditampilkan di atas runway Evolusia 2026. Selain itu, sebanyak 18 looks pilihan turut dipamerkan dalam format eksibisi. Pameran tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat lebih dekat detail karya dan proses perancangannya.
Penyelenggaraan Evolusia 2026 juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut menjadi titik temu antara mahasiswa dan ekosistem industri fashion yang lebih luas. Upaya ini sekaligus membantu mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia profesional.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran melalui tugas akhir, Evolusia juga menjadi momen apresiasi atas pencapaian mahasiswa. Penghargaan diberikan kepada mahasiswa dengan karya, performa, dan portofolio terbaik.
Pengakuan tersebut menjadi bentuk penghargaan nyata atas dedikasi serta kualitas yang mereka tunjukkan selama menempuh pendidikan, selain berupa perolehan nilai akademik.
Tahun 2026 ini, penghargaan tersebut diberikan kepada Cindy William Liem (Best Final Project), Vinca Natamaria Kosasih (Best All Around Performance), dan Qory Adzania Destianty (Best Presentation & Portfolio).
Evolusia OMNIA tidak hanya berhasil menampilkan karya-karya kreatif para desainer muda Bandung dengan perspektif masing-masing, melainkan juga berhasil mengantar para mahasiswa fashion design UK Maranatha memasuki dunia industri mode profesional.

Baca juga → Evolusia 2023 Unjuk Kreasi Desainer Mode Masa Depan
Siapa Saja Desainer Muda Evolusia OMNIA?
Berikut ini judul koleksi beserta nama perancang busana di Evolusia OMNIA:
- Edge of the Underground (Angeline Klemens Hewila)
- Held Still (Aurelia Verlyn Tjahjar)
- Awakening Dark Feminine (Chereen Riby Tjen)
- Berlapis Makna (Cindy William Liem)
- Silver Abyss (Dea Nathania Hendratno)
- Peripheral (Evangelina Haryani)
- Chromatic Reverie (Hayfa Flavia Calista)
- Enclosed (Jennifer Angeline Setiawan)
- The Darker Bond (Jennifer Twin Suwandi)
- Floating Through Reality (Jessica Twin Suwandi)
- Inherited Memories (Keisha Stephanie)
- Neither Nor (Nadira Riska Belinda)
- Beyond Uniform (Nesha Sava)
- Inktuition (Qory Adzania Gestianty)
- Emotional Renegades (Silmi Ainun Sadida)
- Nitirupa Saptasekar (Silvy Nur Angraeni)
- Controlled Chaos (Vanessa Felina)
- Lunar Hemorrhage (Vinca Natamaria Kosasih)
(Laporan khusus Inspirasi Indonesia)
foto atas: Evolusia OMNIA (dok. Humas Maranatha, 5/11/2026)
editor: MA











