Sebelas perguruan tinggi ditetapkan sebagai penerima pendanaan Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi (Resona Saintek) Tahun 2026. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bertujuan memperkuat komunikasi sains dan teknologi melalui kolaborasi antara dosen, peneliti, dan unit humas perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang lolos seleksi berasal dari berbagai wilayah Indonesia, terdiri atas perguruan tinggi negeri (PTN), swasta (PTS), institut, hingga politeknik.
Daftar penerima pendanaan Resona Saintek 2026 diumumkan melalui surat Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kemdiktisaintek Nomor 409/DST/D.D4/PR.02.02/2026.
Berikut ini sebelas perguruan tinggi penerima pendanaan Resona Saintek 2026.
1. Universitas Sahid
Ketua Pelaksana: Rahtika Diana
2. Universitas Negeri Surabaya
Ketua Pelaksana: Vinda Maya Setianingrum
3. Universitas Hasanuddin
Ketua Pelaksana: Ishaq Rahman
4. Institut Teknologi Nasional Bandung
Ketua Pelaksana: Fitri Suciaty
5. Universitas Sulawesi Barat
Ketua Pelaksana: Darmawangsa
6. Universitas Kristen Maranatha
Ketua Pelaksana: Iwan Santosa
7. Universitas Muhammadiyah Parepare
Ketua Pelaksana: Ridwan Syam
8. Universitas Andi Djemma Palopo
Ketua Pelaksana: Nunung Misran
9. Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Ketua Pelaksana: Sinta Maharani
10. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Ketua Pelaksana: Sulkifli
11. Universitas Samudra
Ketua Pelaksana: Eliyani
Baca juga → Membedah Peran Strategis Humas, Masalah Pembumian Saintek hingga Komunikator Sains
Perkuat Peran Strategis Humas Perguruan Tinggi
Program Resona Saintek merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendorong diseminasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Dalam petunjuk teknis program disebutkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu mengomunikasikan hasil penelitian tersebut agar lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh publik.
Latar belakang penyelenggaraan program ini berangkat dari tantangan komunikasi sains yang masih dihadapi perguruan tinggi. Hasil penelitian dan inovasi kerap disampaikan dalam bahasa yang bersifat teknis dan akademis sehingga sulit dipahami oleh masyarakat umum.
Di sisi lain, sebagian besar masyarakat kini memperoleh informasi mengenai sains dan teknologi melalui berbagai platform digital dan media sosial. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan komunikasi yang lebih sederhana, kontekstual, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui Resona Saintek, Kemdiktisaintek menempatkan unit humas perguruan tinggi sebagai pengelola komunikasi sains yang bertugas menjembatani hasil riset dengan publik.
Program ini juga dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara dosen, peneliti, mahasiswa, dan tim komunikasi dalam menghasilkan konten berbasis riset yang dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal digital.
Tujuan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas komunikasi perguruan tinggi, tetapi juga membangun ekosistem komunikasi sains yang mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang berbasis penelitian.
Dengan pendekatan tersebut, inovasi dan hasil riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik, melainkan dapat hadir dalam ruang publik dan memberi manfaat yang lebih luas.
Baca juga → Sebelas Kampus Tuntaskan Kampanye Nasional Pembumian Saintek, Wujudkan Humas sebagai Komunikator Sains
Melanjutkan Keberhasilan Resona 2025
Program Resona Saintek pertama kali dilaksanakan pada 2025. Resona Saintek merupakan program strategis bagian dari program besar Semesta (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sainteknologi Nusantara).
Pada tahun perdananya, terpilih sebelas perguruan tinggi penerima program yang melaksanakan kampanye tematik sains dan teknologi di berbagai daerah di Indonesia. Dari sebelas perguruan tinggi yang lolos seleksi Resona 2025, hanya satu yang kembali lolos pada tahun 2026, yakni Universitas Kristen Maranatha.
Hasil pelaksanaan program tersebut menunjukkan capaian yang cukup luas, dengan keterlibatan lebih dari 7.300 peserta dalam kegiatan luring seperti seminar, expo, open lab, workshop, safari sekolah, dan berbagai aktivitas diseminasi publik lainnya.
Selain itu, perguruan tinggi pelaksana menghasilkan lebih dari 260 produk komunikasi sains terverifikasi yang mencakup video, artikel, siaran pers, podcast, poster, infografis, dan berbagai bentuk konten digital lainnya.
Program tersebut juga mencatat lebih dari 4,7 juta tayangan digital serta lebih dari 125 ribu interaksi publik pada berbagai platform komunikasi.

Berbagai inovasi media diseminasi turut dikembangkan, antara lain microsite kampanye tematik, media pembelajaran berbasis QR, e-booklet riset publik, dashboard dampak berbasis data, dan sejumlah inisiatif citizen science berbasis partisipasi masyarakat.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi keberlanjutan Program Resona Saintek pada 2026. Melalui pelaksanaan tahun kedua ini, pemerintah melanjutkan upaya penguatan komunikasi sains perguruan tinggi agar hasil penelitian dan inovasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
(MA)
gambar atas: semesta.kemdiktisaintek.go.id
editor: MA

